Lembaga keuangan dalam dunia keuangan bertindak selaku lembaga yang menyediakan jasa keuangan bagi nasabahnya, dimana pada umumnya lembaga ini diatur oleh regulasi keuangan dari pemerintah. Di Indonesia lembaga keuangan ini dibagi kedalam 2 kelompok yaitu lembaga keuangan bank dan lembaga keuangan non bank. Salah satu lembaga keuangan non bank yaitu perusahaan asuransi.
Asuransi merupakan lembaga keuangan yang mengumpulkan dananya dalam bentuk premi. Perusahaan asuransi adalah perusahaan yang mencover resiko. Badan yang menyalurkan risiko disebut “tertanggung”, dan badan yang menerima resiko disebut “penanggung”. Biaya yang dibayar oleh “tetanggung” kepada “penanggung” untuk risiko yang ditanggung disebut “premi”. Ini biasanya ditentukan oleh “penanggung” untuk dana yang bisa diklaim di masa depan, biaya administratif, dan keuntungan. Penanggung menggunakan ilmu aktuaria untuk menghitung risiko yang mereka perkirakan. Ilmu aktuaria menggunakan matematika, terutama statistika dan probabilitas, yang dapat digunakan untuk melindungi risiko untuk memperkirakan klaim di kemudian hari dengan ketepatan yang dapat diandalkan. Perusahaan asuransi juga mendapatkan keuntungan investasi. Ini diperoleh dari investasi premi yang diterima sampai mereka harus membayar klaim. Uang ini disebut “float”. Penanggung bisa mendapatkan keuntungan atau kerugian dari harga perubahan float dan juga suku bunga atau deviden di float.
Asuransi ada 2 jenis menurut undang – undang yaitu Asuransi Sosial dan Asuransi Komersial. Asuransi sosial dijamin oleh undang-undang contohnya Jamsostek dan Jasa Raharja. Ciri khas dari asuransi sosial yaitu preminya yang relatif kecil dan benefitnya yang juga kecil. Sedangkan Asuransi komersial terdiri dari 2 jenis yaitu Asuransi Umum dan Asuransi jiwa. Asuransi umum itu kerugian misalnya asuransi kebakaran, kecelakaan dll. Asuransi tidak dapat dipinjamkan, boleh dipinjamkan hanya untuk mereka yang menggunakan polis. Asuransi lebih mementingkan solvabilitas karena asuransi sifatnya jangka panjang.
ASURANSI Mei 26, 2009
Ujian Akuntansi Biaya April 22, 2009
REVIEW
PENERAPAN METODE ACTIVITY-BASED COSTING SYSTEM DALAM MENENTUKAN BESARNYA TARIF JASA RAWAT INAP
(STUDI PADA RSUD KABUPATEN BATANG)
Activity Based Costing merupakan metode yang menerapkan konsep-konsep akuntansi aktivitas untuk menghasilkan perhitungan harga pokok produk yang lebih akurat. Namun dari perspektif manajerial, sistem ABC tidak hanya sekedar menawarkan informasi biaya produk yang akurat akan tetapi juga menyediakan informasi tentang biaya dan kinerja dari aktivitas dan sumber daya serta dapat menelusuri biaya-biaya secara akurat ke objek biaya selain produk, misalnya pelanggan dan saluran distribusi. Di dalam skripsi ini penulis membahas tentang penerapan metode ABC pada RSUD kabupaten Batang dalam menentukan tarif jasa rawat inap, dengan tujuan untuk membandingkan harga rawat inap antara metode ABC dengan metode tradisional.
Laju Pertumbuhan Perbankan Syariah Di Indonesia Semakin Tinggi April 3, 2009
Saat ini perbankan syariah sedang menjadi buah bibir didunia perbankan, karena dalam sekejap mampu menyaingi bank-bank konvensional yang sudah ada. Di Indonesia bank syariah dipelopori oleh bank yang diprakarsai oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan pemerintah serta dukungan dari Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dan beberapa pengusaha muslim. Keberadaan bank syariah di Indonesia telah di atur dalam Undang-undang yaitu UU No. 10 tahun 1998 tentang Perubahan UU No. 7 tahun 1992 tentang Perbankan. Undang-undang ini juga menguatkan bahwa perbankan ini bukan saja untuk komunitas muslim, tapi semua komunitas boleh menggunakan jasa bank ini. Saat ini Indonesia menjadi negara dengan jumlah bank dan lembaga keuangan yang berlandaskan sistem syariah terbanyak di dunia. Hal ini terbukti dengan hadirnya 33 bank, 46 lembaga asuransi, dan 17 mutual fund yang menganut sistem syariah, kata pakar ekonomi syariah.
Trend pertumbuhan perbankan syariah akan tetap berlangsung pada tahun 2009. Meskipun terjadi krisis keuangan global hal ini tidak akan mempengaruhi secara signifikan laju pertumbuhan perbankan syariah. Hal ini disebabkan diantaranya oleh tingkat kepercayaan masyarakat terhadap bank syariah terus mengalami peningkatan. Karena masyarakat sudah bisa melihat bahwa perbankan syariah terbukti pada krisis keuangan global saat ini merupakan salah satu lembaga keuangan yang mampu menahan laju krisis tersebut. Suku bunga acuan Bank Indonesia yang terpangkas 50 basis poin mau tidak mau melahirkan tren penurunan suku bunga deposito. Kondisi tersebut dianggap sebagai peluang emas oleh perbankan syariah. Ketika bunga makin tidak menarik dan ketidakpastian suku bunga akibat gejolak krisis mulai membingungkan masyarakat, sistem bagi hasil yang ditawarkan perbankan syariah bisa menjadi pilihan yang tepat.
Berdasarkan data pertumbuhan perbankan syariah dari tahun 2000 sampai tahun 2007 berada pada level 40 persen, sementara perbankan konvensional hanya berkisar pada level 10 persen. Hal ini mengindikasikan bahwa perbankan syariah tumbuh lebih baik. Sementara itu, Bank Indonesia pada tahun 2009 memproyeksikan pertumbuhan perbankan syariah tumbuh 25 persen pada posisi pesimis, 35 persen pada posisi moderat, dan akan tumbuh sampai pada level 75 persen pada posisi optimis. Prediksi terjadinya penurunan laju pertumbuhan perbankan syariah saat ini lebih disebabkan karena terjadinya penurunan pertumbuhan pada sektor riil. Penurunan sektor riil ini akan berlangsung pada tahun 2009 ini. Hal ini dikarenakan imbas dari krisis keuangan global langsung terkena dampaknya pada sektor riil. Sistem keuangan Islam akan terjadi keseimbangan antara sektor keuangan dengan sektor riil. Keduanya memiliki hubungan positif, jika sektor keuangan tumbuh maka sektor riil akan terbawa tumbuh. Jika suku bunga meningkat, maka hal itu akan menekan perumbuhan DPK ( termasuk aset ) perbankan syariah, begitu pula sebaliknya jika suku bunga cendrung turun DPK bank syariah akan meningkat. Pada saat ini suku bunga cendrung menurun, maka DPK ditahun 2009 akan terus meningkat. Perbankan syariah akan terus mengalami pertumbuhan. Sehingga investasi akan meningkat, dan perekonomian masyarakat akan ikut serta meningkat. Berkembangnya industri lembaga keuangan syariah ini diharapkan mampu memperkuat stabilitas sistem keuangan nasional.
ISLAMIC BANK Maret 30, 2009
Perbankan syariah atau Perbankan Islam adalah suatu sistem perbankan yang dikembangkan berdasarkan syariah ( hukum ) islam. Di Indonesia pelopor perbankan syariah adalah Bank Muamalat Indonesia. Dalam bank syariah tidak mengenal sistem bunga tapi mereka menyebutnya bagi hasil.
Pada saat terjadi krisis di Indonesia tahun 1998 bank syariah tidak terkena dampak dari krisis tersebut karena nasabahnya loyal, jadi walaupun fluktuatif tapi long term nya stabil. Beberapa produk jasa yang disediakan oleh bank berbasis syariah yaitu jasa untuk peminjam dana seperti mudhorobah ( perjanjian antara penyedia modal dengan pengusaha ), musyarokah, murobahah ( penyaluran dana dalam bentuk jual beli ), dan takaful ( asuransi islam ). Dan juga terdapat jasa untuk penyimpan dana seperti wadiah dan deposito mudhorobah. Keuntungan bank syariah tergantung dari perekonomian sektor riil karena keuntungan bank syariah akan meningkat jika kesejahteraan meningkat. Jika sektor perekonomian bertambah meningkat begitu pula halnya dengan bank syariah tetapi jika sektor perekonomian ambruk, maka bank syariah juga turut ambruk. Kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses layanan perbankan syariah dan ketersediaan produk investasi syariah tidak akan optimal tanpa promosi dan edukasi yang memadai tentang lembaga keuangan syariah. Untuk itu Amat dibutuhkan pula jaminan produk yang ditawarkan patuh terhadap prinsip syariah. Peluang dan potensi perbankan syariah yang besar memang menuntut kerja keras untuk kemaslahatan
BMPK Maret 30, 2009
Paket kebijakan 15 April 2008 merespons banyak bank yang penyaluran kreditnya rendah. Sehingga investasi di Indonesia tidak bergerak, tetapi bank beralasan karena peraturan bank yang terlalu ketat, oleh karena itu akhirnya BI mengalah dengan malalui kelonggaran untuk pemberian pinjaman ke perusahaan publik yang akhirnya diberi batas sampai 30%, Atau BMPK( Batas Maximum Pemberian Kredit ) untuk perusahaan – perusahaan yang sudah go public karena perusahaan yang sudah go public lebih baik dari pada perusahaan – perusahaan yang belum go public dan batas minimumnya juga di taikkan. Salah satu tujuan dari paket kebijakan 15 april 2008 ialah untuk memajukan dan mendorong pertumbuhan usaha kecil. Bank bisa memberikan kredit lebih besar tanpa takut melanggar kebijakan. Setiap bank harus selalu merespons perubahan – perubahan terutama disituasi sekarang yang sedang mengalami krisis global. Apalagi sekarang – sekarang ini yang sedang di isukan adalah masalah kredit card.Kredit macet kredit card sudah tembus 10%. Berarti nilainya sudah 5 dan itu merupakan nilai teburuk, dan itu sebenarnya yang dapat memicu terjadinya krisis “ mudah-mudahan saja tidak sampai terjadi “ kita berdoa saja.
Kebijakan Pemerintah Dalam Perekonomian Indonesia Maret 27, 2009
Berbicara tentang perekonomian Indonesia, yang akan terpikir di benak kita adalah tentang kondisi dan keadaan ekonomi di Indonesia. Kondisi perekonomian Indonesia dapat diukur dengan menggunakan beberapa indikator, misalnya pendapatan nasional dan Produk Domestik Bruto (PDB). pendapatan nasional dan PDB yang tinggi menandakan kondisi perekonomian suatu negara sedang bergairah.pemerintah mempunyai berbagai kebijakan untuk menjaga atau memperbaiki kualitas perekonomian Indonesia.
Trend HP BlackBerry Maret 27, 2009
Di tahun 2009 teknologi sudah semakin canggih, di indonesia masyarakatnya sedang demam Hp BlackBerry. Dimana-mana semua orang membicarakan hp blackberry. Dan saat ini dimana – mana baik dikalangan artis maupun di lingkungan masyarakat luas sebagian orang menggunakan hp blackberry sebagai alat komunikasinya, bahkan pernah waktu makan di warung pinggiran ada dua cewek yg lagi makan, dua-duanya pakai balckberry yg dibungkus dengan karet pembungkus yg warna warni, mungkin itu salah satu keunikan blackberry.
Menurut pengakuan beberapa teman, kelebihan blackberry di koneksi internetnya, meskipun beberapa type belum 3G tapi kalau dipakai internetan koneksinya lumayan bagus, dan stabil. dan kebetulan di Indonesia ada beberapa provider internet yg memberikan layanan khusus bagi pengguna blackberry untuk berlanggan internet dengan harga yg murah.
Selain itu fitur blackberry sangat mendukung untuk mereka yg punya bisnis online, meskipun mobile mereka bisa selalu online dengan terima email, melalui fitur push email, push email adalah layanan dimana jika ada email yg masuk, kita tidak perlu merefresh untuk melihat email yg masuk, tapi email tersebut layaknya sms.
Karena kelebihan-kelebihan yang dimilikinya maka permintaan akan Hp blackberry kian lama semakin meningkat hal ini juga berakibat penawaran akan blackerry juga meningkat yang disebabkan oleh kemajuan teknologi dan perubahan selera masyarakat. Jika penawaran dan permintaan meningkat maka satu hal yang pasti terjadi adalah penjualan akan produk tersebut juga pasti meningkat.
http://pulsadealer.net/hp-blackberry/
Tingkah Laku Konsumen Pasca Pembelian Produk Sangat Penting Bagi Perusahaan Maret 27, 2009
Bagi perusahaan keberhasilan dalam pemasaran tidak hanya dinilai dari seberapa banyak konsumen yang berhasil diperoleh tetapi yang terpenting adalah bagaimana caranya untuk mempertahankan konsumen tersebut. Di dalam pemasaran ada proses yang dinamakan tingkah laku konsumen yang didasarkan rasa puas dan tidak puas. Bila produk atau jasa tidak memenuhi harapan konsumen , konsumen merasa tidak puas sehingga dimasa yang akan datang konsumen tidak akan melakukan pembelian ulang tetapi jika suatu produk atau jasa melebihi harapan konsumen , konsumen akan puas dan akan melakukan pembelian ulang. Dengan demikian perilaku produsen dalam mencari simpati masyarakat yaitu melalui peningkatan kualitas produk mereka , dengan meningkatkan sarana dan prasarana dengan fasilitas teknologi yang tinggi dan dengan mengembangkan sumber daya manusianya.
Pemilu Legislatif Berkah Bagi Pengusaha Konveksi dan Percetakan Maret 27, 2009
Dalam perekonomian hubungan antara pasar barang, pasar tenaga kerja dan pasar uang saling berkaitan satu sama lain. Pasar tenaga kerja selalu mengikuti pasar barang. Misalnya saja saat-saat ini sedang musim kampanye pemilu legislatif. Yang paling sangat diuntungkan dari musim kampanye ini adalah pengusaha konveksi dan pengusaha percetakan. Karena mareka kebanjiran pesanan untuk membuat atribut-atribut partai entah itu berupa kaos berlambang partai, spanduk–spanduk yang memuat foto para caleg, pamflet, baliho, kalender, pin , payung, kerudung dll . Apalagi sekarang jumlah partai semakin banyak. Jadi semkakin banyak pula orderan mereka. Ini akan semakin sangat memberikan keuntungan yang berlipat untuk kedua perusahaan tersebut. Dan jika sebuah perusahaan kebanjiran pesanan, berarti perusahaan tersebut akan menghasilkan output yang jauh lebih banyak dari output yang biasa mereka hasilkan. Untuk menghasilkan output yang sekian banyak tentu saja perusahaan tersebut membutuhkan lebih banyak lagi pekerja untuk membuat produk yang di pesan. Jadi dengan meningkatnya output semakin banyak pula orang-rang yang mendapatkan pekerjaan. Dengan kata lain dengan adanya pemilu saat ini memberikan manfaat bagi sebagian masyarakat. Dengan kata lain dengan adanya musim kampanye saat ini membuat orang yang tadinya tidak mempunyai pekerjaan sekarang jadi punya pekerjaan. Sehingga tingkat pengangguran pun semakin berkurang. Dengan berkurangnya tingkat pengangguran berarti tingkat pendapatan seseorang pun akan semakin meningkat. Jika tingkat pendapatan masyarakat meningkat akan menimbulkan inflasi. Jumlah uang yang beredar di masyarakat akan semakin meningkat. Untuk mengatasinya pemerintah harus campur tangan melalui pasar Uang, yaitu dengan meniakkan tingkat suku bunga. Jika tingkat suku bunga ditaikkan maka jumlah uang yang beredar akan masuk ke dalam saving. Karena masyarakat lebih memilih untuk menyimpan uangnya di bank. Dengan demikian jelas bahwa antara pasar barang, pasar tenaga kerja dan pasar barang memiliki hubungan satu sama lain.
WHETHER AND WHEN TO LIBERALIZE CAPITAL ACCOUNT Maret 25, 2009
People around the world faced the new phenomenon, about international capital movements which makes controversial questions. Why should countries open up their capital accounts, especially considering that unrestricted international capital movement. This phenomenon brings many questions that have to answer. For example, many OECD countries have not eliminated their foreign exchange restrictions only until the 1980’s. If the answer is unequivocally affirmative, does it matter how fast should countries do so? Should they wait until “all essential pieces” of the policy package are in place before they eliminate all restrictions? How are international capital movements related to domestic financial sectors? Is there a difference between opening to competition an industry such as car manufacturing as compared to the banking sector? Should the opening of the banking sector be governed by different rules?
Rules about foreign exchange restrictions are already in place in the IMF Articles. Until recently, the IMF Articles only called for the elimination of foreign exchange restrictions on the current account. The ongoing discussion and the controversy about globalization that calls for the capital account liberalization introduces, therefore, a relatively new element into the whole discussion. These questions have also implications for the World Trade Organization. It is well known, that the Uruguay Round Agreements have already provided a coverage for a number of aspects that are directly related to foreign investment. Rules established elsewhere such as in the context of changes to the IMF Articles will obviously have an important bearing for the implementation of rules agreed in the Uruguay Round. This raises a variety of other questions in the mind of some observers (lagi…)